You are hereJadi Tukang Tambal Ban
Jadi Tukang Tambal Ban
Seperti biasa tiap beberapa bulan Nyokab berkunjung ke kakek-nenek di Pasrepan (kecamatan di Kabupaten Pasuruan). waktu itu saya giliran nganter.
Naek motor, berangkat pukul 14.30 setelah melewati purwosari jalanan suasananya mencekam, tiap ada perempatan jalan, dijaga puluhan Polisi, dan Mobil tidak boleh lewat, berhubung saya pake motor, ya di terobos saja (Nekad).
Suasana tersebut rupanya terkait dengan situasi Pilkada Kabupaten Pasuruan yang bakal berakhir kisruh.
Setelah +/- 1 jam perjalanan akhirnya sampai juga. Ngobrol tentang keadaan kakek-Nenek, Istirahat sebentar, lalu balik ke Malang pukul 18.00
10 menit perjalanan, Musibah datang.. Ban belakang motor bocor, kanan kiri jalan masih persawahan. mau balik ke rumah kakek, sudah kejauhan.. Akhirnya nyokap nyaranin, jalan terus aja Insya Allah ada tukang tambal ban, bener juga 20 meter jalan akhirnya ada tukang tambal Ban (Alhamdulillah)
Di tempat tambal ban, saya ketemu dengan Ibu (sebut saja Sariem) dan anak perempuannya. langsung aja saya tanya tukang tambal ban nya mana? Bu sariem tersebut menjawab Bapak lagi sakit (rupanya Bu Sariem istri dari tukang tambal ban). dan nyaranin untuk menambal ban sendiri. waduch, seumur-umur nggak pernah nambal ban sendiri. Mau cari tempat tambal ban lain udah nggak mungkin (karena Bu Sariem bilang untuk tempat tambal ban lain masih jauh, 20 meter lagi yang ada hanya tempat jual spare part motor)
Akhirnya nekad, saya putuskan untuk menambal ban sendiri, dengan memakai pengukit, ban luar bisa kebuka, lalu ambil ban dalam dan mulai periksa, ternyata penghubung antara tempat untuk mengisi angin dan ban dalam robek besar, kalo seperti ini mana bisa di tambal.. Aduch..
Wach ini harus beli Ban dalam, dan bu Sariem nyaranin untuk beli di toko spare part, setelah beli ban dalam baru, perasaan sedikit lega karena nggak ada acara tambal ban, tinggal melepas ban dan pasang kembali. (padahal nggak ada backround mekanik, tapi nekad aja)
Setelah pasang ban dalam baru, kendala muncul lagi, ternyata untuk mengembalikan ban luar ke dalam pelg susahnya minta ampun, sesi ini saya membutuhkan waktu beberapa menit, dengan mencoba berbagai tehnik akhirnya berhasil juga (Alhamdulillah).
Ban udah terpasang normal, pemasangan rem juga sudah oke. tinggal di pompa aja, pompa yang di gunakan udah pake mesin, jadi lebih enak..
Musibah datang lagi, setelah di pompa ternyata ban mengeluarkan bunyi yang keras rupanya suara angin bocor (Masya Allah).
Ya dibongkar lagi, padahal ban baru, kok bisa bocor ya, selidik punya selidik ternyata bocor tersebut diakibatkan saat pemasangan ban luar, pengukit yang saya gunakan menusuk ban dalam.
Dengan terpaksa saya tambal, mula-mula mencari lubang yang bocor, mengamplas daerah yang bocor, memberi lem dan pasang karet untuk menutupi lubang, lalu nyalakan kompor untuk lebih menguatkan lem.
setelah bekerja keras dan susah payah akhirnya selesai juga. dan ban sudah terpasang normal kembali. dan perjalan menuju malang di lanjutkan kembali..
Musibah datang lagi, ditengah perjalanan yang mula-mula saya pacu di kecepatan 50 Km/Jam saya tingkatkan ke 80 Km/Jam. hasilnya helm yang di pake nyokap terbang dan kelindas 2 mobil di belakang.. Aduch perjalanan masih di daerah purwosari, ke arah malang masih 45 menit lagi.
Nggak pake helm kalo ketilang gimana ya?.
Terpaksa ya di ambil itu helm walau udah pecah, kalo ketilang pak polisi bisa buat bahan cerita. perjalanan lanjut lagi, Pos Polisi pertama terlewati, dan Pak polisi hanya melihat saja. sampai di rumah kurang lebih melewati 5 Pos Polisi. Dan Alhamdulillah sampai juga di rumah pukul 22.00 dengan selamat.



semoga dengan bertambahnya kejadian yang ada dalam keseharianmu menjadikan wawasan yang kamu raih menjadikan pemahaman yang berarti untuk masa depan mu yang cerah..amiin
dan jangan lupa katakan yang benar itu benar..!!
salam kebahagiaan dari pencari kehidupan yang hakiki..
Start awal perjalanan malang-pasrepan begitu banyak menghadapi rintangan. Jika putus asa di tengah jalan mungkin akan balik ke pasrepan lagi dan besok baru tiba d malang.
sama hal dengan bisnis... Jika tidak kuat menghadapi rintangan maka bisnis akan terputus, terpecah dan "mundur sebelum berperang". Tp, jika pantang menyerah maka Kesuksesan di depan mata dan dalam beberapa detik dapat Qta genggam bahkan dapat Qta Capai.. Ada pepatah sangat bagus dan mendalam : Kegagalan adalah Ibu Kandung dari Kesuksessan.
So Take Risk, Get Dream, Be Entrepreneur !!!
Thx - Take Care -
* Tya *